Rencana Pengembangan

Rencana Pengembangan

Pengembangan pabrik LNG berjalur satu (single-train) terutama bertujuan memanfaatkan gas alam di Sulawesi Tengah yang belum termonetisasi, melalui penerapan model bisnis LNG hilir yang pertama di Indonesia, sehingga mampu mengalihkan beban investasi dari pemerintah ke para pemodal.

DSLNG telah mendapatkan semua izin yang diperlukan sesuai ketentuan dan hukum yang berlaku di Republik Indonesia untuk menjalankan rencana operasionalnya, termasuk AMDAL (Analisa Dampak Lingkungan) dari Kementerian Lingkungan Hidup, Izin Pengolahan Sementara dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Izin Lokasi Pelabuhan Khusus untuk Dermaga LNG, dan Izin Konstruksi Dermaga Khusus untuk Pelabuhan LNG dari Kementerian Perhubungan.

DSLNG berkomitmen penuh dan sadar akan pentingnya menerapkan standar yang tinggi untuk aspek lingkungan, kesehatan, keselamatan dan sosial, yang dalam kaitan tersebut, DSLNG telah memperoleh izin berikut:

1
Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No.: 02.56.09 Tahun 2014 Tentang Izin Lingkungan Kegiatan Pengembangan Gas Matindok Beserta Fasilitas Penunjangnya di Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah oleh PT Donggi-Senoro LNG dan;
2
Keputusan Bupati Banggai melalui Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kabupaten Banggai No .: 660/029 / Bid. I / BPLH / 2015 Tentang Izin Lingkungan Pembangunan Dermaga Penumpang Karyawan dan Fasilitas Tambat Kapal Penunjang Operasi Proyek Kilang LNG PT Donggi-Senoro LNG Desa Uso, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah.

Kilang Donggi Senoro LNG terdiri atas satu unit kilang pengolahan tunggal serta fasilitas pendukung utilitas, dermaga untuk peralatan dan perbekalan, satu unit tanki penyimpan LNG dan satu unit tanki kondensat, dermaga untuk memuat LNG serta fasilitas pendukung administrasi.

Kilang dengan kapasitas produksi sebesar dua juta ton LNG per tahun ini menggunakan teknologi Air Products and Chemicals Inc. (APCI) yang telah terbukti unggul untuk proses pencairan gas alam.

Konstruksi kilang yang dimulai pada tahun 2011 telah selesai dengan catatan keselamatan yang baik. Kilang mulai beroperasi pada tahun 2015 dengan pengiriman kargo LNG pertama ke Terminal Arun LNG di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 2 Agustus 2015.